Manajerial Islami dan Kepemimpinan

Kuncoro Hadi (Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis)

Manajerial Islami

Setiap hari manusia dihadapkan oleh beragam aktivitas seperti bekerja, sekolah, bisnis dan lain sebagainya. Semua aktivitas dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik yang sifatnya jasmani maupun rohani. Adapun dalam pencarian kebutuhan tersebut, kita diberikan waktu yang sama oleh Allah SWT yaitu 24 jam sehari. Oleh karena itu, sebagai Muslim sudah sepatutnya perlu mengelola waktu agar efektif. Pengelolaan waktu dalam paradigma keilmuwan merupakan bagian dari ilmu manajemen. Manajemen adalah seni mengatur atau mengelola sesuatu melalui orang lain dengan serangkaian fungsi meliputi POAC yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling).

Pelaksanaan POAC dalam Islam tidak hanya berorientasi hasil atau pencapaian visi individu, organisasi maupun perusahaan tapi juga bagaimana individu dapat mengelola waktu dengan baik dan sesuai ajaran Islam sehingga hasil (outcome) yang diperoleh mendapat keberkahan dari Allah SWT. Perkara waktu telah ada dalam Al- Qur’an surat Al-Ashr ayat 1- 3 artinya “Demi masa. Sesungguhnya, manusia itu benar – benar dalam kerugian, kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat – menasehati supaya menetapi kesabaran”.  Berdasarkan arti dari tersebut dapat dipahami bahwa seorang Muslim perlu memanfaatkan waktu sebaik – baiknya agar tidak mendapatkan kerugian di dunia dan akhirat.

Kepemimpinan

Pengelolaan manajemen Islami tidak akan berjalan tanpa adanya pemimpin. Setiap kita terlahir di muka bumi sebagai pemimpin sebagaimana Allah SWT berfirman “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: mereka berkata: “mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS Al-Baqarah : 30). Walaupun setiap kita adalah pemimpin, namun perlu melatih diri agar memiliki jiwa kepemimpinan. Secara definitif kepemimpinan (leadership) adalah proses mengarahkan dan memengaruhi aktivitas yang berhubungan dengan perilaku para anggota kelompok. Kepemimpinan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam manajemen. Memotivasi dan menginspirasi orang lain merupakan salah satu sifat utama yang perlu dimiliki oleh pemimpin.

Pemimpin dan kepemimpinan yang terbaik dalam Islam telah dicontohkan Rosulullah Muhaammad SAW yang secara tersirat disebutkan dalam surat Ali Imran: 159 “ Maka sebab rahmat dari Allah, engkau bersikap lemah – lembut kepada mereka, seandainya engkau bersikap kasar (dalam ucapan dan perbuatan), mereka pasti pergi meninggalkanmu (tidak mau berdekatan denganmu). Maafkanlah mereka, mohonkan ampunlah untuk mereka. Ajaklah mereka bermusyawarah dalam segala perkara. Jika engkau berketetapan hati, tawakallah kepada Allah sungguh Allah mencintai orang – orang yang bertawakal. Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa Rosulullah adalah sosok pemimpin yang lemah lembut, tidak kasar (baik ucapan maupun perbuatan) dan pemaaf. Ketiga sifat itu dapat diimplementasikan dalam gaya kepemimpinan manajemen kontemporer seperti karismatik, transaksional dan transformasional.

Universitas Al Azhar Indonesia

 Program Studi Manajemen