Menggapai Berkah Ramadhan dengan Memperbaiki Kualitas Diri secara Berkelanjutan (Continous Improvement)

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Salah satu keberkahan yang dapat kita raih adalah pengampunan dosa. Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling baik untuk beramal saleh dan bertaubat, karena pada Bulan Ramadhan pintu taubat terbuka lebar,  seperti yang diriwayatkan pada Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi :

“Ketika masuk bulan Ramadhan, maka setan-setan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup”.

Keberkahan lain yang dapat diraih pada Bulan Ramadhan adalah adanya suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan atau Lailatul Qadr. Untuk itu, pada bulan ini, seluruh umat Islam berlomba-lomba untuk menunaikan segala kebaikan dan perintah Allah berharap mendapat segala keberkahan dari Bulan Ramadhan ini. Selepas menjalankan segala kebaikan, amal saleh, termasuk taubatan nasuha atau taubat sebenar-benarnya taubat, maka kedaan seseorang setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan adalah bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.

Ketika bulan Ramadhan selesai seharusnya setiap manusia memiliki kualitas diri yang lebih baik dari sebelumnya, misalnya: orang yang dahulu malas-malasan untuk shalat berjamaah menjadi rajin ke masjid untuk shalat berjamaan, malas membaca Al Quran menjadi rajin membaca Al Qur’an, orang yang jarang bersedekan menjadi royal dalam bersedekah dan amalan-amalan lain yang sudah dilatih pada saat Bulan Ramadhan. Sebaiknya perubahan diri menjadi insan yang lebih baik ini dilakukan secara berkelanjutan, secara terus menerus bahkan semakin lama semakin baik lagi. Alangkah meruginya jika sekembalinya dari Bulan Ramadhan, seseorang berhenti berbuat kebaikan, berhenti beramal saleh dan kembali berbuat maksiat. Maka dari itu, konsep continuous improvement harus dapat diimplementasikan terhadap diri sendiri.

Dalam ilmu Teknik Industri, Continous Improvement merupakan salah sau prinsip dari Total Quality Management (TQM) yang merupakan sebuah upaya berkelanjutan untuk terus memperbaiki produk, pelayanan, proses, serta keseluruhan sistem yang dijalankan sebuah organisasi atau perusahaan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Prinsip dari continuous improvement ini tidak hanya dapat diterapkan dalam dunia industri, namun juga dapat diterapkan untuk diri sendiri dengan tujuan perbaikan kualitas diri. Kualitas diri menjadi lebih menjadi lebih baik, menjadi lebih bermanfaat untuk umat, dan menjadi lebih taat kepada Allah SWT. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dibutuhkan suatu proses atau tahapan yang panjang, serta dijalankan secara kontinu. Artinya proses perbaikan tersebut tidak akan pernah behenti, seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW :

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit” (HR. Muslim)

Dengan demikian, segala keberkahan yang dianugerahkan Allah SWT pada bulan suci Ramadhan senantiasa dapat diraih secara utuh, yang dibuktikan dengan perbaikan kulitas diri dan keimanan yang semakin lama semakin baik sebagai manusia sekaligus sebagai hamba-Nya yang taat.

Penulis,
Aprilia Tri Purwandari, ST,MT
Prodi Teknik Industri UAI

Universitas Al Azhar Indonesia
Teknik Industri